Tips Amy Toensing
Jul 31st, 2009 | By rey | Category: QuotesSaya sungguh menyukai tulisan ini. Kutipan dari situs nationalgeographic.co.id tentang tips yang diberikan oleh fotografer Amy Toensing sebagai panduan bagi para calon peserta NG International Photo Contest 2009.
Ketika bepergian ke suatu tempat, banyak orang (fotografer) yang “terjebak” untuk sekadar mengabadikan lokasi yang “indah dan bagus secara fotografis” seperti bangunan, pemandangan, atau sungai-sungai. Kebanyakan mereka luput untuk mengaitkan hubungan antara tempat dengan kehidupan masyarakat di tempat itu. Manusia bagaimanapun memberi ruh pada ruang.
Saat berumur 20 tahun, Amy Toensing bepergian ke Thailand, Malaysia, Nepal, dan India. Di saat itulah dia menyadari, kamera memberinya jalan untuk mengenal dunia. “Saya selalu ingin tahu dan fotografi menjadi tiket untuk masuk ke dalam kehidupan masyarakat, menjelajahi lebih jauh tempat-tempat yang saya kunjungi. Fotografi memberi saya peranan di dunia ini,” jelasnya.
Toensing tertarik pada suatu tempat lewat masyarakat di tempat itu. Perlahan, dia pun memotret hal-hal yang berkaitan dengan isu-isu sosial yang membentuk kehidupan harian. Amy selalu mencari sesuatu yang familiar, bukan yang eksotis, baik saat mendokumentasikan kehidupan di pantai New Jersey ataupun di Kerajaan Tonga. “Aku mencari hal yang biasa dalam hal yang luar biasa. Aku berpikir tentang tempat seperti Aku berpikir tentang orang: setiap tempat punya kepribadiannya sendiri, punya suasana hati sendiri. Fotografer yang baik dapat mengenali hal-hal tersebut,” ujar Toensing.
Toensing menangkap suasana hati Lembah Sungai Murray-Darling Australia dengan memotret lahan kerontang beserta garis cakrawala yang tinggi saat cahaya siang menyorot garang. Dia mengikuti Simon Booth yang tengah memeriksa apakah ada rumput yang tumbuh di padang gembalaannya seusai hujan yang langka turun. “Lahan itu tetap seperti permukaan Bulan. Warga di sini takluk kepada perubahan dunia yang dramatis. Ini cerita tentang tempat dan masyarakatnya,” katanya.
Tips memotret tempat
Potretlah sesuai realitas. Tempat yang tidak cantik juga dapat menghasilkan foto bagus. Camkan aturan sepertiga bagi frame kamera Anda dalam sembilan kotak dan tempatkan elemen-elemen kunci di titik -titik pertemuan garis. Ingatlah, aturan dibuat untuk dilanggar: pahami aturan itu, lalu langgarlah dengan sebaik-baiknya. Cahaya adalah segalanya. Oleh karena itu gunakan secara tepat. Foto di atas diambil pada siang hari (itu melanggar semua aturan!) karena hal itu bisa membantu cerita tentang masalah iklim Australia.
Tentang Amy Toensing
Di setiap lokasi pemotretan, Amy Toensing selalu melakukan pendekatan dengan warga untuk mencari kesamaan pandang. Hasilnya antara lain seperti foto kekeringan di Australia. “Hormatilah selalu subjek foto Anda dan jadikan itu dasar dalam memotret,” katanya. Kenali lebih jauh Amy Toensing di situs: www.amytoensing.com
Tentang Amy Toensing