Kota Tondano yang Suram

Di bayangan saya sebelumnya, Kota Tondano adalah kota besar. Mungkin hanya sedikit lebih kecil daripada Manado, ibu kota Sulawesi Utara. Namun, kenyataan di mata sungguh jauh berbeda.

Untuk menuju Kota Tondano, kami menumpang ojek dari Remboken, kota lain di tepian Danau Tondano, setelah kaki pegal-pegal lantaran berjalan kaki sekitar delapan kilometer selama dua jam lebih sedikit dari Danau Linow dekat Kota Tomohonkota yang lebih ramai dibanding Tondano, lebih tertata cantik dengan bunga-bunga yang mudah ditemui di depan rumah-rumah penduduknya.

Rencana saya sejak dari Jakarta untuk mengunjungi Kakas sudah dipastikan batal karena cerita-cerita seram mengenai kota tersebut yang kami dengar sejak dari Ranolambot sampai Tomohon. Kakas adalah satu lagi kota di tepian Danau Tondano. Pada suatu ketika, konon Wolter Hendrik Sumayku, opa saya, menyebut “Kakas, Tondano” sebagai asal nama belakang yang juga saya wariskan. Opa itu membesarkan ke-12 anaknya, termasuk ayah saya, di Medan, Sumatra Utara.

Batal ke Kakas, dari Remboken kami memasuki Kota Tondano dari sebuah jalan yang mengitari perbukitan dan kemudian turun membelah dataran persawahan nan luas, yang memisahkan Danau Tondano dengan pegunungan. Dari titik itu kami dapat melihat Gunung Mahawu dan bahkan Klabat.

Kesan bahwa Kota Tondano ini tidak sebesar apa yang ada di dalam bayangan, langsung mengemuka. Kota ini dingin, angin cukup terasaseperti pada umumnya kota yang terletak di dalam mangkuk lembah yang cukup besar. Tondano tidak ramai. Satu lagi, ia cukup gelap bahkan di sebuah area yang disebut-sebut sebagai “pusat kota”.

Saya tidak akan melupakan suasana ketika kami berjalan kaki malam itu menuju penginapan, sehabis makan malam. Dingin betul sehingga saya cukup menggigil. Jarang rasanya berpapasan atau melihat orang sepanjang jalan tersebut. Dan sedikitnya cahaya lampu di jalan itu membuat suasananya, buat saya, agak menyeramkan. Spooky.

Hampir tiga minggu sejak malam itu, barulah saya sempat mencari-cari informasi mengenai Kota Tondano. Ternyata benar, bahwa kota ini kalah bersaing dengan Tomohon pada masa sekarang. Tondano disebut-sebut hanya membanggakan masa lalunya sebagai tempat peristiwa pertempuran melawan Belanda, serta sebagai kota kelahiran Sam Ratulangi. “Pada masa sekarang, Tondano seperti kota mati,” tulis seseorang di internet (ia mengaku lahir dan besar di Tondano). Seseorang lain di situs lainnya menyebut, “Tondano hanya terkenal banyak premannya.”

Jadi begitulah rupanya kota yang sejak kecil dulu mungkin saya banggakan. Jika ada orang bertanya, “Hei, dari mana asal nama Sumayku?” Saya akan sigap menjawab nama tempat-tempat yang sebelum ini belum pernah saya injak sama sekali, “Kakas, dekat Tondano.”

Kakas belum pernah diinjak (apa sekarang masih perlu?). Sedangkan Tondano sudah. Kota yang dingin, anginnya membuat menggigil, suram, mendatangkan kesedihan dan perasaan aneh.

http://ref.li/MFgrj

Comments 18

  1. jane ruauw wrote:

    tabea samua…..

    kalo saya menanggapi tulisan dari sdr SUMAYKU bahwa TONDANO itu KOTA SURAM, saya akan berkata bahwa saya ngga setuju banget …..!!!! sorry banget…ya…!!! TONADNO itu INDAH dengan dengan hiasan DANAU-nya dan hamparan SAWAH yg luas membuat kita betah berlama-lama berkujung kesana….. saya tau banget karena memang saya dilahirkan disana walupun sya sdh tinggalkan kota todano sdh hampir 20-an taon tapi saya tetap mengikuti pekembangannya…. ya kalo dibandingkan kota tomohon emang iya kotanya lebih berkembang tapi itu di karenakan pemerintah manado lebih kosentrasi pada kota tomohon… karena kotanya diangap strategis untuk pertumbuhan ekonomi….

    kalo ada yg bilang kota tondano kota preman kalo saya bilang yg namnya preman, dimana ada dimana-mana…. di jakarta juga malah preman berkeliaran dimana-2 …. for org MANADO dimanapun berada berada wlaupun kita so enak dikampung orang tapi torang musti belajar cinta kampung sandiri…. ok aku close dulu ya…. paka tuan wo paka lawiren….

    jakarta, 19 maret 2009

    Posted 19 Mar 2009 at 6:28 am
  2. rey wrote:

    Ibu Jane, terima kasih atas komentarnya :)
    Saya memang belum tentu benar seratus persen, Bu. Karena saya melihatnya dari beberapa sisi saja dan dalam kunjungan yang relatif singkat. Bagaimanapun, tulisan ini adalah kesan yang saya dapat, tanda keprihatinan saya semata, sebagai orang yang nama belakangnya berasal dari dekat-dekat Tondano :D. Syukur-syukur kalau Tondano bisa semakin baik di masa depan :) Salam..

    Posted 19 Mar 2009 at 11:10 pm
  3. maikel m wrote:

    saya berasal dari tomohon…. menilai tulisan di atas, saya sependapat dengan ibu jane ruauw. masyarakat tondano saat ini mungkin belum menemukan orang yang tepat yang dapat memimpin atau menjadi “motor” bagi warga tondano yang lain terutama yang ada di perantauan (yang dari beberapa yang saya temui “justru” boleh dibilang lebih intelek dan lebih mapan keberadaan ekonominya dibandingkan sebagian warga tomohon)…. sedangkan premanisme bukanlah kendala utama pembangunan di sana (seakan-akan aparat keamanan tidak berfungsi baik saja)…. dan satu lagi yang mungkin cukup penting walaupun dengan rasa berat hati saya harus mengatakan ….(mungkin) sikap atau rasa lebih “tinggi” dibandingkan dengan orang lain di minahasa…. sudah waktunya dikurangi……..

    mudah-mudahan tondano dan tomohon dapat menjadi kota kembar yang maju dan menjadi penopang bagi wilayah-wilayah yang lain di seluruh tanah minahasa…..

    “pakatu’an wo pakalawiren…..”

    Posted 25 Mar 2009 at 10:25 am
  4. Daus wrote:

    Hahaha, rasain loh diprotes!

    Posted 29 Mar 2009 at 7:29 am
  5. nanda wrote:

    more info s about This city?????premanisme gimana disana??? seberapa ngaruh preman disana?? thanks for the info….

    Posted 19 May 2009 at 12:20 pm
  6. Trousye wrote:

    Menanggapi penuturan dr Sdr Sumayku tentang TONDANO saya sebagai org yg masih berdarah tondano khususnya Tondano Pante saya sangat tidak setuju anda mengatakan bahwa tondano adalah kota suram, saat ini saya tinggal diluar Sulut tepatnya Bali yg terkenal dengan daerah wisata yg ramai dikunjungi oleh wisatawan baik mancanegara maupun domestic…tapi saya tetap BANGGA menjadi org Tondano walaupun saya tinggal dikota yg cukup ramai dan indah tapi bagi saya Tondano adalah kota yg punya aset cukup baik jika dikembangkan daerah yg sejuk dan udara yg segar dgn pemandangan yg indah apalagi Danau Tondano jika saya pulang kampung halaman saya pasti melewati jalan pesisir danau..Akhir kata saya bangga menjadi org Tondano.

    Posted 09 Jun 2009 at 6:11 am
  7. icha wrote:

    tondano… tondano,… sejelek apapun engkau,.. teutueep ajahhh NGETOP!! :-)

    Posted 09 Jun 2009 at 2:57 pm
  8. aLone wrote:

    Tondano…
    Adem bgt… Pemandangannya, hijau sejauh mata memandang..

    Setuju bgt apa yg dikatakan Trousye (09-Juni-2009), BANGGA menjadi orang Tondano..
    Saya tinggal di Makassar – Sulawesi Selatan.. Kata orang2, Makassar i2 Jakarta-nya Indonesia Timur..
    Tapi polusi udaranya itu, BUSET dah…

    Sesuram apapun..
    Apapun kata orang..
    TONDANO tetap yg TERBAIK..

    Posted 12 Jun 2009 at 6:15 am
  9. Sky wrote:

    Tondano suatu saat pasti Akan Maju. amin

    Posted 12 Jun 2009 at 11:42 am
  10. rey wrote:

    Amin.. Semoga Tondano akan semakin maju lagi. Terima kasih atas semua tanggapannya. Perlu disampaikan bahwa catatan ini adalah kesan pribadi,yg tentu saja subyektif. Sekali lagi terima kasih.

    Posted 19 Jul 2009 at 10:59 pm
  11. yumi wrote:

    tondano bukan kota mati n’ bukan kota yg banyak premannya……..tondano tempat yg bagus, udaranya sejuk…..
    saya asli tondano cm sdh 3 thn berada d semarang…klo dibandingkan dgn kota2 yg laen,tondano adalah salah satu kota yg klo saja gubernur/walikotanya lebih memperhatikan dan mengembangkan potensi yg ada di tondano…..
    seharusnya para pemimpin bisa memimpin masyarakatnya untuk lebih mencintai n’ memajukan kota tercinta ini……
    semoga Tuhan memberikan kesadaran bagi para pemimpin agar spy tondano tdk dianggap jelek oleh orang lain lg…Amin..
    God bless…………..

    Posted 19 Aug 2009 at 5:46 pm
  12. Hefry Tolukun wrote:

    Tapi Yang Jelas Tu Foto pe bagus skali. Ada di Kampung Koya.
    Untuk sekarang ini pembangunan dimana – mana. Khususnya infrakstruktur Jalan – Jalan dari Masuk ke Tattaaran I & 2 Koya dan seterusnya ke Boleavard Tondano so pebagus. Di pusat kotanya mungkin ada penataan yang lebih bagus lagi. Dan sekarang lagi sementara di bangun Jadi untuk kedepan mungkin Kota Tondano akan jadi kota yang bagus. Apalagi ada Icon UNIMA jadi menambah kemegahan Kota.

    Kita dukung terus Bupati Kita……..

    Mari membangun terus TONDANO.

    TUHAN YESUS MEMBERKATI.

    by Hefry
    Koya

    Posted 03 Sep 2009 at 8:56 am
  13. rey wrote:

    Terima kasih. Sebenarnya catatan ini tidak bermaksud menjelek-jelekan Tondano. Sifatnya personal sekali (namanya juga blog ya?) Untuk beberapa hal dalam tulisan ini, saya pun hanya mengutip. Senang sekali kalau catatan ini ikut menyemangati warga Tondano untuk membuat kotanya semakin bagus, karena kampung keluarga saya dari pihak ayah sendiri ada di dekat Tondano, di Kakas.

    Posted 03 Sep 2009 at 10:51 am
  14. firman lapian wrote:

    hallo kawanua..
    walawpun qt jauh..tondano slalu ta inga….mungkin sdr sumayku belum menikmati pemandangan alam danau tondano dari sedangan “ranomerut” sawah dan pegunungan membentang luas spanjang jalan tondano ke tandengan..makanya kalo mo ke kakas lewat eris…jngn lupa sejarah burur…sei kita…

    nyonk tondano
    @defirman_lapian

    Posted 14 Jan 2010 at 10:44 am
  15. RIRY wrote:

    Kesan yg di peroleh oleh sdr. Rey….saya 100% tidak setuju…..mungkin sdr.Rey mendapatkan kesimpulan itu pada First Impression…kalo itu saya mengerti….saya pikir kalo sdr Rey mau tinggal lebih lama 1 bulan misalnya…maka pandangan dan kesimpulan itu akan berubah 100 % ttg Tondano….Orang Tondano itu Sangat Ramah…mungkin dari segi pembangunan sangat pelan terasa…itu harus di akui..tapi semua itu hanya krn keputusan politik yg tidak berimbang…kalo ada keinginan utk memajukan Tondano…pemerintah SULUT bisa melakukan sesuatu..mis : dari sisi Pariwisata, Transportasi, Akses, Pembangunan yg merata dll…(mungkin ini bisa di follow up melalui seminar…) kalau Budget Pemda Tondano kecil..bagaimana Tondano bisa maju..itulah contohnya kalau di tinjau dari sisi Politik…Padahal Orang Tondano Rata-rata punya anak/cucu yg Sarjana,Master,Doktor maupun Professor…jadi artinya potensi orang-orang Tondano itu sangat besar,,,,sekarang bagaimana..apakah Willing itu ada atau tidak dari Pemerintah SULUT mau memajukan Tondano atau Tidak…itu saja…kalau Premanisme itu Subjektif..krn itu bisa di atasi jika dilakukan pendekatan ekonomi…Ekonomi maju Premanisme pasti berkurang drastis…Sinergy dan Simbiosis Mutualisme itu yg harus di lakukan dalam Tatanan
    memajukan Tondano….I proudly be a Tondano Man…..(sorry kepanjangan cuap-cuapnya..) Maju Terus Tondano….!

    Pakatuan wo Pakalawiren……

    Posted 17 Feb 2010 at 5:17 am
  16. rey wrote:

    Setuju Pak Riry. Salam..

    Posted 18 Feb 2010 at 12:04 pm
  17. alexander wrote:

    tahun 2009akubaliktondano2 x,maklum14 tahun tidak balikkampung…tapi…betapa tercengangnyaaku…melihatkota tondano seperti kotamatiapalagi dimalam hari….ah…sedihnya…tapimau bilang apa…..
    aku hanya teringat waktu tahun1980lebih ramai,presiden plaza begitu ramahnya,pasar atas-pasar bawah,bioskopkodimdulu,tridaya dan lain-lain,kenapa tondano jadi begni…tidak ada pembangunan sama sekali kecuali jalan yang di roong….tempat aku jual es..keliling….ingin rasa nya aku baktikan hidupku di sana..tapi…dengan cara apa…akupun tidak tertarik dengan politik,aku hanya setahun sekali menyumbangkan zakatku…buat orang2 yang membutuhkan sebagai arasa orang dari sana….itupun hanya buat yang miskin….

    bupati,tolong dong…..jangan sampai kena singgung dgn khotbahnya gilber lumoindong…tondano…suram…
    pejabatnya ….kor… kali…ayo..kita bangun tondano…..tercinta……

    Posted 12 Mar 2010 at 7:25 pm
  18. rey wrote:

    Komen untuk posting yang ini saya tutup deh ya. Takutnya tambah melebar ke mana2. Baru kali ini saya menulis kesan personal tentang suatu tempat dimarahi banyak orang, hehe.. Trims semua yang sudah komentar.

    Posted 13 Mar 2010 at 2:18 am