Sunday, September 5, 2010

Pemantik Purba

Apr 30th, 2010 | By rey | Category: Press

Korek api kayu yang biasa kita gunakan mungkin sama sederhananya dengan dua batu api bagi manusia di Nusantara prasejarah. Namun baru-baru ini, tim arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) menemukan fakta unik; penghuni Nusantara abad ke-2 Masehi juga sudah mengenal pemantik yang lebih canggih. Pemantik seperti itu ditemukan dalam sebuah penggalian di Desa Cikuntul, Karawang, Jawa Barat, Oktober tahun silam. Pemantik tersebut terdiri atas dua gelondong kecil kayu yang masing-masing memiliki lubang. Diperkirakan, cincin dan batang logam melengkapi lubang tersebut.

Untuk membuat api, menurut arkeolog dari Puslit Arkenas Amelia Driwantoro, batang logam dijejalkan ke dalam lubang salah satu gelondong yang telah dijejalkan rumput kering. Tarikan cepat bakal membuat batang dan cincin logam bergesekkan dan memercikan bunga api yang membakar rerumputan. “Menurut catatan, pemantik ini adalah yang pertama,” ujar Amelia. Sebelumnya, pemantik yang diketahui dari kurun itu hanyalah berupa batu api atau busur gurdi (ranting yang digosokkan ke batang kayu).–Yunas Santhani Azis

Dikutip dari majalah National Geographic Indonesia edisi April 2010. Foto oleh Reynold Sumayku.

Share This Post

Leave Comment